Tips Berkomunikasi untuk Pasangan Suami Istri
Ditengah kesibukan kerja seringkali
pasangan suami istri tidak lagi punya waktu yang baik untuk saling berkomunikasi, hal ini disebabkan karena
masing-masing kerja. Pulang kerja sudah capek, sedangkan alasan kerja untuk
mencari nafkah menyambung hidup atau agar hidup lebih sejahtera. Sering ditemui
dalam kehidupan setiap hari ada suami dan istri bertengkar gara-gara masalah
kecil alias sepele.
Tetapi kalau ditelusuri lebih dalam yang menjadi permasalahan ialah, karena
tidak adanya komunikasi yang transparan antara suami dan istri khususnya bila
menyinggung keuangan keluarga. Berikut ini delapan tips bagaimana berkomunikasi
tentang keuangan bagi pasangan suami istri.
1.
Tentukan waktu dan tempat yang tepat
Mencari waktu dan
tempat yang tepat untuk membicarakan perihal keuangan Anda dan keluarga.
Bicarakan dalam situasi yang relaks dan santai sehingga masing-masing dalam
kondisi kepala yang dingin. Ada
keluarga membicarakan tentang rencana keuangan keluarga saat berlibur, karena
diwaktu liburtan pikiran tenang, rileks dan tidak ada gangguan kerja. Ada juga saat cuti.
Sedapat-dapatnya jangan membicarakan saat sibuk dalam pekerjaan.
2.
Mulailah dengan kebiasaan masing-masing
Mulailah dengan
menceritakan kebiasaan Anda dalam berprilaku berkaitan dengan uang, karena
setiap individu memiliki prilaku yang berbeda karena dibesarkan dalam
lingkungan keluarga yang berbeda. Dan teruskan dengan perilaku dan kebiasaan
pasangan Anda. Ada
pasangan yang datang dari latar belakang berbeda si suami dari keluarga berada
dan si istri dari keluarga yang kurang mampu. Karena itu perlu masing-masing
mengutarakan latar belakang kemudian mencari titik temu.
3.
Menghargai pandagan pasangan Anda
Jangan pernah
beranggapan bahwa apa yang Anda lakukan adalah yang paling baik dan paling
benar. Dengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda dan pertimbangkan secara
masak. Mungkin saja pandangan Anda berdua bertolak belakang, Hormati pandangan
masing-masing walaupun Anda sebenarnya tidak setuju dengan perilaku atau
kebiasaan tersebut.
4.
Tentukan tujuan
Mulailah dengan
menentukan tujuan keuangan yang menjadi prioritas bagi Anda berdua. Dan
perhitungkan kebutuhan dana untuk mencapai tujuan tersebut. Mulailah menabung
secara regular untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan Anda dan pasangan
Anda.
5.
Pembagian kerja
Pembagian kerja
sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan. Contoh singkatnya, siapa yang
membayar semua kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Misalnya Anda sebagai istri
yang harus membayarnya maka suami dalam hal ini harus mentransfer dana yang cukup setiap
bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.
Bila Anda memutuskan
untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar semua tagihan bulanan keluarga
maka hal penting yang harus diperhatikan adalah kejujuran. Dimana Anda berdua
haruslah terbuka satu dengan yang lain berkenaan dengan permasalahan uang.
Jangan sampai bila Anda
menggunakan rekening bersama dan salah satu dari Anda mengambil dana dalam
jumlah besar dan tidak mengatakan kepada pasangan Anda. Begitu pasangan Anda
membutuhkan untuk hal yang sangat penting ternyata dan yang tersedia tidak
mencukupi.
6.
Harus
ada kata sepakat
Kesepakatan dalam hal
pengeluaran menjadi sangat vital. Anda berdua harus mencapai kata sepakat dalam
merencanakan pengeluaran. Hal ini biasanya berkaitan dengan pengeluaran yang
tidak tetap, misalkan keputusan untuk mengganti mobil dengan yang baru setelah beberapa tahun?
Atau apa yang Anda berdua pikirkan berkenaan dengan liburan? Sebagai
kesimpulan, Anda harus membicarakan dan bersepakat dalam kebutuhan yang harus
dipenuhi, apa yang menjadi keinginan bersama dan apa yang dapat Anda penuhi.
7.
Jangan
menyalahkan
Jangan pernah
menyalahkan pasangan Anda, misalkan pasangan Anda terlilit utang, dari pada
Anda marah lebih baik Anda fokus untuk menyelesaikan hal tersebut bersama
dengan pasangan Anda. Dengan mengambil tindakan secara bersama akan mengingatkan
Anda bahwa Anda dalam keluarga ini adalah satu.
8.
Bertanya
kepada pihak ketiga yang berpengalaman
Cari bantuan atau konsultasikan ke
perencana keuangan. Dengan perbedaan pandangan serta kebiasaan keuangan akan
bisa teratasi dengan baik bila Anda berkonsultasi dengan orang ketiga yang
tentunya memiliki ilmu serta profesionalitas dalam bidang keuangan keluarga.
Bila diawal
Anda tidak berhasil, cobalah terus. Mencari kesepakatan dalam hal keuangan
memang tidaklah mudah, jangan putus asa teruslah berdiskusi. Ikuti moto ini :
"Berhentilah bertengkar dan terus berdiskusi". Semoga ulasan ini
bermanfaat. Mintalah selalu hikmat dari surga didalam membicarakan tentang
keuangan dalam keluarga. Dan jangan lupa sekali lagi komunikasi memegang peranan penting untuk
keharmonisan satu keluarga, dan sudah tentu kelurga yang selalu menyerahkan
rencana mereka kepada Tuhan.