Mengenal Jenis-Jenis Keputihan
Keputihan Salah
satu penyakit yang perlu dikenal oleh kaum wanita adalah Keputihan wanita.
Perkenalan ini tentu bukan untuk disayangi dan dipelihara tetapi untuk diobati,
walaupun tidak semua Keputihan Vagina memerlukan pengobatan. Maka dari itu,
pertama tama harus dibedakan dahulu, mana keputihan yang normal terjadi pada
setiap wanita dan mana yang tidak. Keputihan Vagina atau dalam bahasa
kedokteran disebut leukore atau flour albus, adalah cairan yang keluar dari
vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak
sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu
penyakit.
Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba memberikan pemaparan tentang Vagina Keputihan berdasarkan atas gejala keputihan yang timbul. Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina, cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
Pada kesempatan kali ini, penulis mencoba memberikan pemaparan tentang Vagina Keputihan berdasarkan atas gejala keputihan yang timbul. Gejala tersebut bisa diamati dari sifat sifat cairan yang keluar saat keputihan berlangsung. Sumber cairan sendiri bisa berasal dari vagina, cairan leher rahim, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
- Bila cairan yang keluar jernih,
berlendir banyak namun tidak berbau maka hal ini merupakan sesuatu yang
normal terjadi saat seorang wanita menjelang menstruasi, kelebihan hormon
estrogen dan stress. Keputihan seperti ini juga sering dijumpai pada
wanita hamil.
- Jika cairan yang keluar seperti
susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok
maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim
(servisitis) dan vagina (vaginitis).
- Cairan yang keluar berwarna
coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan
wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah
pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi.
Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan
tersebut.
- Bila cairan berwarna abu abu
dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang
keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus
vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah
kanker baik ganas maupun jinak.
- Jika cairan yang keluar berwarna
merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah
terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang
wanita kelebihan hormon estrogen.
- Bila cairan yang keluar putih,
encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat
buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita
tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans
adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.
- Bila cairan yang keluar kuning
kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan
ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina,
maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa
Trichomonas vaginalis.
- Terakhir, bila cairan yang
keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada
kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air
kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe
atau lebih beken disebut GO.
Nah, bila
kelak menemukan gejala keputihan seperti diatas, segeralah berkonsultasi ke
dokter kesayangan anda/Obat Vagina, sebab pengobatan yang tepat dan cepat harus
dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Sumber : abe-global.com

